Berita

Kemandirian Pangan Jadi Prioritas, Bhabinkamtibmas Polres Lombok Barat Beri Edukasi Strategis di Tengah Lahan Jagung

×

Kemandirian Pangan Jadi Prioritas, Bhabinkamtibmas Polres Lombok Barat Beri Edukasi Strategis di Tengah Lahan Jagung

Sebarkan artikel ini
Kemandirian Pangan Jadi Prioritas, Bhabinkamtibmas Polres Lombok Barat Beri Edukasi Strategis di Tengah Lahan Jagung

LOMBOK BARAT – Dalam upaya memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa, jajaran Polres Lombok Barat melalui personel Bhabinkamtibmas terus mengintensifkan pendampingan kepada para petani. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Karang Bongkot yang melaksanakan kegiatan sambang dialogis langsung ke area persawahan dan perladangan milik warga pada Jumat (27/3/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan misi strategis untuk memberikan motivasi serta edukasi kepada masyarakat pengelola lahan. Polisi hadir di tengah teriknya matahari untuk memastikan produktivitas sektor pertanian tetap terjaga pasca-masa panen, guna mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Sinergi Polri dan Petani di Lahan Produktif

Berdasarkan pantauan di lapangan, personel Bhabinkamtibmas terlihat membaur dengan petani di area lahan yang baru saja melewati masa panen jagung. Di tengah sisa-sisa batang tanaman yang mengering, dialog hangat tercipta mengenai pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Kehadiran petugas kepolisian ini bertujuan untuk menggerakkan masyarakat agar tidak membiarkan lahan produktif mereka terbengkalai begitu saja.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa peran kepolisian saat ini meluas hingga menjadi mitra strategis masyarakat dalam pembangunan ekonomi lokal. Menurutnya, ketahanan pangan adalah fondasi utama stabilitas keamanan di sebuah wilayah.

“Kami menginstruksikan seluruh jajaran, terutama para Bhabinkamtibmas, untuk terus mengawal program ketahanan pangan ini secara berkelanjutan. Sinergi yang kuat antara kepolisian dan petani adalah kunci untuk mewujudkan kemandirian pangan yang tangguh, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di desa-desa,” ujar AKBP Yasmara Harahap.

Edukasi Pemanfaatan Lahan Pasca-Panen

Fokus utama dari sambang dialogis kali ini adalah memberikan pemahaman kepada warga mengenai pentingnya pemanfaatan lahan secara terus-menerus. Petugas menekankan bahwa setelah panen jagung selesai, lahan sebaiknya segera dipersiapkan untuk siklus tanam berikutnya atau jenis komoditas lain yang sesuai dengan kondisi tanah dan ketersediaan air.

Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menambahkan bahwa kehadiran personel di lapangan juga berfungsi sebagai sarana deteksi dini terhadap kendala yang dihadapi petani, mulai dari masalah pengairan hingga ketersediaan pupuk. Edukasi yang diberikan bersifat persuasif agar warga merasa memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga.

“Melalui kegiatan sambang ini, personel kami di lapangan memberikan edukasi bahwa ketahanan pangan nasional itu dimulai dari inisiatif warga dalam mengelola potensi sumber daya alam di lingkungan sekitar. Kami mendorong warga untuk terus aktif dan tidak membiarkan lahan mereka menganggur pasca-panen agar produktivitas tetap terjaga,” ungkap Iptu I Nyoman Rudi Santosa.

Respons Positif dan Harapan Masyarakat Karang Bongkot

Kehadiran Bhabinkamtibmas di area pertanian Desa Karang Bongkot mendapat respons positif dari para pengelola lahan. Selain merasa lebih aman dalam beraktivitas, warga mengaku mendapatkan suntikan semangat untuk terus berinovasi dalam mengelola lahan terbatas agar tetap memberikan hasil yang maksimal.

Interaksi dua arah ini juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi terkait tantangan yang mereka hadapi di sektor pangan lokal. Dialog di pematang sawah tersebut menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah, melalui Polri, dengan masyarakat akar rumput.

Pihak kepolisian berkomitmen bahwa pendampingan seperti ini akan terus dilakukan secara konsisten. Dengan terjaganya semangat para petani dan terkelolanya lahan secara optimal, diharapkan Desa Karang Bongkot dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Lombok Barat dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *