Berita

Langkah Tegas Polres Lombok Barat Tekan Angka Kecelakaan di Jalur Wisata Batu Layar Melalui Penling

×

Langkah Tegas Polres Lombok Barat Tekan Angka Kecelakaan di Jalur Wisata Batu Layar Melalui Penling

Sebarkan artikel ini
Langkah Tegas Polres Lombok Barat Tekan Angka Kecelakaan di Jalur Wisata Batu Layar Melalui Penling

LOMBOK BARAT – Keamanan dan ketertiban dalam berlalu lintas menjadi prioritas utama Kepolisian Resor Lombok Barat guna menekan angka kecelakaan di wilayah hukumnya. Memanfaatkan momentum akhir pekan, Personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Lombok Barat menggelar aksi Penerangan Keliling (Penling) untuk mengedukasi masyarakat dan pengguna jalan di wilayah Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, pada Minggu (29/3/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 12.00 WITA hingga selesai ini menyasar para pengendara roda dua (R2) maupun roda empat (R4) yang melintas di jalur strategis wisata tersebut. Petugas secara proaktif memberikan imbauan melalui pengeras suara (public address) guna mengingatkan masyarakat akan pentingnya etika berkendara dan kelengkapan teknis kendaraan sesuai standar yang berlaku.

Komitmen Polri dalam Menciptakan Kamseltibcarlantas

Langkah preventif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian untuk memastikan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas). Kawasan Batu Layar yang dikenal sebagai jalur padat, terutama pada hari libur, memerlukan perhatian khusus agar tidak terjadi kemacetan maupun insiden kecelakaan akibat kelalaian pengendara.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan bukan sekadar melakukan pengawasan, melainkan untuk merangkul masyarakat agar lebih sadar akan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

“Kami terus berupaya memberikan pemahaman secara persuasif kepada seluruh lapisan masyarakat pengguna jalan. Melalui kegiatan Penling ini, kami ingin menanamkan budaya disiplin berlalu lintas sejak dini, sehingga kepatuhan terhadap aturan bukan lagi dianggap sebagai beban, melainkan sebuah kebutuhan untuk keselamatan bersama,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya saat memberikan keterangan resminya.

Fokus Edukasi: Etika Berkendara dan Kelengkapan Kendaraan

Dalam pelaksanaannya, personel Unit Kamsel fokus pada dua poin utama, yakni etika berlalu lintas dan kelengkapan kendaraan. Etika berlalu lintas mencakup cara mendahului yang benar, menghormati pejalan kaki, hingga penggunaan lampu isyarat yang tepat. Sementara itu, terkait kelengkapan kendaraan, petugas mengingatkan pengendara untuk selalu membawa surat-surat seperti SIM dan STNK, serta memastikan penggunaan helm SNI dan sabuk pengaman.

Iptu Anton Prasetya Wijaya menambahkan bahwa edukasi secara langsung di jalan raya dinilai lebih efektif karena menyentuh realita yang dihadapi pengendara saat itu juga. Menurutnya, banyak pelanggaran yang terjadi berawal dari kurangnya pemahaman mengenai risiko teknis kendaraan yang tidak standar.

“Edukasi yang kami sampaikan mencakup penggunaan helm yang benar hingga memastikan kondisi fisik kendaraan tetap prima. Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat agar tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan selalu melengkapi komponen standar kendaraannya demi meminimalkan risiko fatalitas jika terjadi kecelakaan,” tegasnya.

Respons Positif dari Masyarakat Pengguna Jalan

Kegiatan Penling yang berlangsung di tengah teriknya cuaca di Batu Layar ini mendapatkan respons positif dari warga setempat maupun wisatawan yang melintas. Kehadiran polisi yang humanis di titik-titik rawan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan. Selain memberikan teguran lisan bagi yang abai, petugas juga memberikan apresiasi kepada pengendara yang telah tertib mengikuti aturan.

Polres Lombok Barat berharap melalui sosialisasi yang masif seperti ini, tingkat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Lombok Barat dapat ditekan secara signifikan. Kegiatan serupa rencananya akan terus dilaksanakan secara rutin di berbagai titik strategis lainnya guna memastikan wilayah Lombok Barat tetap kondusif bagi seluruh pengguna jalan.

Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga ketertiban di jalan raya, diharapkan mobilitas warga dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan cermin dari peradaban masyarakat yang maju dan peduli terhadap nyawa sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *