Berita

Sinergi Ketahanan Pangan: Puluhan Ton Jagung dari Sekotong Resmi Didistribusikan ke Gudang Bulog

×

Sinergi Ketahanan Pangan: Puluhan Ton Jagung dari Sekotong Resmi Didistribusikan ke Gudang Bulog

Sebarkan artikel ini
Sinergi Ketahanan Pangan: Puluhan Ton Jagung dari Sekotong Resmi Didistribusikan ke Gudang Bulog

LOMBOK BARAT – Upaya penguatan cadangan pangan nasional terus diperkuat dari tingkat akar rumput. Pada Kamis, 2 April 2026, Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, menjadi titik awal pendistribusian besar-besaran komoditas jagung hasil panen petani lokal menuju Gudang Bulog di Gelogor Rumak, Kecamatan Kediri. Langkah strategis ini diambil guna memastikan stabilitas pasokan dan harga jagung di tingkat regional.

Penyaluran hasil bumi ini melibatkan dua kelompok tani (poktan) yang selama ini menjadi tulang punggung produktivitas di wilayah Sekotong, yakni Poktan Harapan Baru dan Poktan Tunas Muda. Keduanya berada di bawah naungan UD Karya Sejati, yang berperan sebagai mitra dalam menjaga kualitas dan aliran distribusi hasil panen petani agar sesuai dengan standar nasional.

Monitoring Ketat Pendistribusian Logistik Pangan

Sejak pukul 07.30 WITA, personel Kepolisian Sektor Sekotong telah bersiaga di lokasi untuk melakukan monitoring intensif terhadap proses pemuatan hingga keberangkatan armada pengangkut. Kehadiran pihak kepolisian bertujuan untuk memastikan bahwa distribusi berjalan lancar tanpa hambatan teknis maupun gangguan keamanan di jalur transportasi.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa pengawalan terhadap distribusi logistik pangan merupakan prioritas untuk menjaga roda ekonomi petani tetap berputar.

“Kami melakukan pengawasan langsung terhadap pendistribusian jagung dari UD Karya Sejati, Desa Batu Putih, menuju Gudang Bulog di Kediri. Total ada 20 ton jagung yang dikirimkan hari ini, di mana masing-masing kelompok tani, baik Harapan Baru maupun Tunas Muda, menyetorkan masing-masing 10 ton,” ujar Iptu I Ketut Suriarta saat memberikan keterangan resmi di lokasi distribusi.

Detail Teknis dan Standar Kualitas Tinggi

Proses pengangkutan puluhan ribu kilogram jagung tersebut dilakukan dengan menggunakan armada logistik yang telah terverifikasi. Truk berwarna kuning oranye dengan nomor polisi B 9385 SPA dan truk berwarna silver kuning bernomor polisi DK 8513 QD terlihat silih berganti memuat karung-karung jagung yang telah disortir dengan ketat.

Salah satu fokus utama dalam pengiriman ini adalah kualitas kadar air. Berdasarkan hasil pengujian di lapangan sebelum keberangkatan, jagung yang dikirimkan memiliki kadar air sebesar 13 persen. Angka ini berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan oleh Bulog, yakni 14 persen. Ketelitian ini sangat krusial agar seluruh komoditas dapat diterima dengan baik tanpa ada risiko penolakan di gudang pusat.

Pendampingan yang dilakukan oleh petugas terkait serta disaksikan langsung oleh para ketua kelompok tani memastikan bahwa volume yang dikirim benar-benar akurat, yakni mencapai 20.000 kilogram. Hal ini juga menjadi bukti transparansi dalam rantai pasok pangan dari desa menuju pemerintah.

Mendukung Stabilitas Harga dan Ekonomi Petani

Distribusi jagung ini bukan sekadar aktivitas ekonomi rutin, melainkan bagian dari skema besar dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Dengan masuknya hasil panen petani Sekotong ke gudang Bulog, diharapkan stok cadangan pangan pemerintah tetap aman, sehingga fluktuasi harga di pasaran dapat diredam.

Iptu I Ketut Suriarta menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi sisi ekonomi para petani. Dengan adanya kepastian serapan hasil panen oleh lembaga negara seperti Bulog, petani mendapatkan jaminan harga yang adil sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

“Langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasar. Ketika stok di Bulog memadai, pemerintah memiliki instrumen untuk mengintervensi jika terjadi lonjakan harga. Di sisi lain, petani kita mendapatkan kepastian bahwa hasil kerja keras mereka terserap dengan sistematis,” tambah Kapolsek Sekotong tersebut.

Persyaratan Ketat Masuk Gudang Bulog

Bagi para petani yang ingin menyalurkan hasil panennya ke negara, terdapat sejumlah standar operasional prosedur (SOP) yang wajib dipenuhi. Selain masalah kadar air maksimal 14 persen, jagung harus dalam bentuk pipilan yang bersih dari kotoran atau sisa tongkol.

Dari segi pengemasan, jagung wajib dikarungkan dengan berat minimal 70,30 kilogram per karung. Selain aspek fisik, syarat administrasi juga menjadi kunci utama. Petani pemilik jagung diwajibkan mendaftarkan diri ke Kantor Bulog dengan melampirkan identitas resmi berupa KTP, buku rekening BRI untuk mekanisme pembayaran nontunai, serta Kartu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Proses distribusi yang berlangsung di Desa Batu Putih ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Lombok Barat dalam mensinergikan antara produktivitas petani, pengawasan aparat, dan manajemen logistik pangan yang profesional. Hingga berita ini diturunkan, seluruh armada truk telah tiba di Gudang Bulog Gelogor Rumak untuk proses bongkar muat dan verifikasi akhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *