Berita

Warga Desa Tarusa Digegerkan Penemuan Mayat Pria Tergantung, Polsek Buer Lakukan Olah TKP

×

Warga Desa Tarusa Digegerkan Penemuan Mayat Pria Tergantung, Polsek Buer Lakukan Olah TKP

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Besar, NTB — Personel Polsek Buer jajaran Polres Sumbawa mengevakuasi jenazah seorang laki-laki yang ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di sebuah rumah di Dusun Kramat, Desa Tarusa, Kecamatan Buer, Rabu siang (08/04/2026).

Identitas korban diketahui berinisial AM (35), seorang pria asal Dusun Masjid, Desa Baru, Kecamatan Alas. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya, Kamaruddin (56), bersama seorang saksi warga setempat sekitar pukul 12.30 WITA.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Buer Iptu Totok Ari Suwondo, menjelaskan bahwa penemuan tersebut bermula dari kekhawatiran pihak keluarga. Berdasarkan keterangan saksi, korban sudah beberapa hari tidak terlihat dan diketahui memiliki riwayat kondisi psikologis yang tidak stabil. Karena merasa takut untuk mengecek kondisi rumah sendirian, ayah korban meminta bantuan saksi lainnya untuk masuk ke dalam rumah milik H. Har (orang tua korban) setelah selesai menunaikan ibadah shalat Dzuhur.

“Saat masuk ke dalam rumah, saksi menemukan korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan tali nilon warna biru di kayu plafon rumah. Atas kejadian tersebut, saksi langsung menghubungi pihak kepolisian,” ungkap Kapolsek Buer.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Buer segera mendatangi lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas melakukan olah TKP awal dan berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Sumbawa. Berdasarkan pemeriksaan medis awal dan kondisi jenazah, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 2 hingga 3 hari sebelum ditemukan.

“Kami juga mendapatkan informasi dari Puskesmas Alas bahwa pada Sabtu (04/04/2026) yang lalu, korban sempat datang untuk melakukan pengobatan terkait gangguan kejiwaan. Hal ini diduga menjadi latar belakang pemicu tindakan nekat korban.” jelas Iptu Totok.

Pihak keluarga korban telah menyatakan keikhlasan atas musibah tersebut dan menganggap peristiwa ini sebagai takdir. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi jenazah. Kepolisian Sektor Buer telah menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk proses pemakaman setelah dibuatkan berita acara penolakan otopsi dan surat serah terima jenazah. (MA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *