Lombok Barat – Sektor pertanian di wilayah Kabupaten Lombok Barat terus menunjukkan tren positif dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. Salah satu langkah konkret ditunjukkan oleh Kelompok Tani (Poktan) Batu Rapat Jaya di Desa Mareje Timur, Kecamatan Lembar, yang secara konsisten mendistribusikan hasil panen jagung mereka ke gudang Badan Urusan Logistik (Bulog).
Langkah strategis ini tidak lepas dari peran aktif aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas yang terjun langsung melakukan pendampingan. Hal ini bertujuan untuk memastikan distribusi berjalan lancar sekaligus memotivasi para petani agar bersedia menyalurkan hasil buminya kepada negara guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan daerah.
Peran Bhabinkamtibmas dalam Menggerakkan Sektor Pertanian
Pendampingan yang dilakukan oleh Polri di tingkat desa menjadi kunci penting dalam menghubungkan produsen pangan dengan lembaga pemerintah. Bhabinkamtibmas Desa Mareje Timur, Aipda Zunaidin, secara intensif melakukan pengawalan terhadap pengiriman hasil panen jagung milik warga binaannya.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Lembar, Ipda Ruslan, S.H., menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat tani adalah bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat maupun daerah.
“Kami terus mendorong Bhabinkamtibmas untuk aktif melakukan pendampingan guna menggerakkan Poktan, khususnya di Desa Mareje Timur, agar mendistribusikan hasil panen jagung mereka ke pihak Bulog. Kehadiran kami di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman serta memastikan proses distribusi logistik pangan ini tidak menemui kendala di lapangan,” ujar Ipda Ruslan, S.H.
Total Distribusi Mencapai Puluhan Ton dalam Sepekan
Proses pengiriman jagung hasil produksi Poktan Batu Rapat Jaya dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu satu pekan terakhir. Berdasarkan data di lapangan, distribusi pertama dilakukan pada Kamis, 2 April 2026. Saat itu, sebanyak 6,23 ton jagung dikirim menuju Gudang Bulog Gelogor di Kecamatan Kediri dengan menggunakan satu unit truk.
Langkah ini berlanjut pada Sabtu, 4 April 2026, di mana volume pengiriman meningkat signifikan. Sebanyak 26,39 ton jagung disalurkan menggunakan armada empat unit truk menuju lokasi yang sama. Teranyar, pada Jumat, 10 April 2026, pengiriman kembali dilakukan mulai pukul 08.00 WITA. Sebanyak 32,76 ton jagung yang diangkut menggunakan empat unit dump truck diarahkan menuju Gudang Bulog di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar.
Hingga saat ini, total keseluruhan jagung yang telah disetorkan oleh Poktan Batu Rapat Jaya di bawah koordinasi Saudara Sukian mencapai 65,38 ton. Seluruh komoditas tersebut diketahui memiliki kualitas unggul dengan kadar air yang terjaga di angka 12% hingga 14%.
Standar Kualitas Ketat Menuju Gudang Bulog
Penyaluran jagung ke Bulog bukanlah proses yang instan. Terdapat kriteria ketat yang harus dipenuhi oleh para petani agar hasil panen mereka dapat diterima oleh gudang pemerintah. Hal ini penting untuk memastikan daya simpan dan kualitas pangan tetap terjaga selama masa penyimpanan.
Adapun syarat utama yang harus dipenuhi meliputi kondisi jagung yang sudah dalam bentuk pipilan dan bersih dari kotoran. Kadar air menjadi variabel krusial, di mana Bulog menetapkan ambang batas maksimal sebesar 14%. Apabila kadar air melebihi standar tersebut, maka komoditas akan dikembalikan atau ditolak. Selain itu, jagung wajib dikemas dalam karung dengan berat minimal 70,30 kilogram per karung.
Secara administratif, petani yang ingin menyalurkan hasil panennya diwajibkan mendaftar ke kantor Bulog dengan melampirkan identitas berupa KTP, Buku Rekening BRI, serta Kartu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Menjaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan
Ditemui saat memantau proses bongkar muat, Ipda Ruslan menjelaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian integral dari tugas Polri dalam mendukung kebijakan ekonomi nasional. Dengan terserapnya hasil panen petani oleh Bulog, maka fluktuasi harga di tingkat pasar dapat ditekan, sehingga tidak merugikan petani saat panen raya tiba.
“Pendampingan ini adalah upaya Polri mendukung Program Ketahanan Pangan daerah sekaligus menjaga kestabilan harga di pasaran. Dengan tersalurnya hasil panen ke gudang Bulog, diharapkan dapat memenuhi stok cadangan pangan pemerintah RI, serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan kompetitif bagi para petani kita di Lombok Barat,” tambah Ipda Ruslan.
Sinergi antara Poktan Batu Rapat Jaya, pihak Bulog, dan jajaran Polsek Lembar ini menjadi percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Nusa Tenggara Barat. Langkah ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang kuat, swasembada pangan bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang langsung menyentuh kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.







