Berita

Strategi Perkuat Ketahanan Pangan, Polsek Gerung Kawal Distribusi Tonase Jagung ke Bulog

×

Strategi Perkuat Ketahanan Pangan, Polsek Gerung Kawal Distribusi Tonase Jagung ke Bulog

Sebarkan artikel ini
Strategi Perkuat Ketahanan Pangan, Polsek Gerung Kawal Distribusi Tonase Jagung ke Bulog

LOMBOK BARAT – Dalam upaya nyata mendukung program prioritas pemerintah terkait kedaulatan pangan, jajaran Kepolisian Resor Lombok Barat melalui Polsek Gerung mengambil langkah proaktif dengan mengawal langsung pendistribusian komoditas jagung pipilan hasil panen petani lokal ke gudang Badan Urusan Logistik (Bulog). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan rantai distribusi pangan berjalan lancar dan memenuhi standar kualitas nasional.

Kegiatan yang berlangsung secara intensif sejak awal April ini memuncak pada Sabtu, 11 April 2026, di mana personel Bhabinkamtibmas Desa Beleka melakukan pendampingan pengiriman jagung pipilan dari gudang petani menuju Gudang Bulog Nyiur Lembang dan Gudang Bulog Gelogor. Sinergi antara aparat kepolisian dan petani ini bertujuan untuk memastikan komoditas strategis tersebut terserap secara maksimal oleh negara dengan harga yang menguntungkan petani.

Sinergi Polri dan Petani Lokal di Desa Beleka

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa peran kepolisian saat ini tidak hanya terbatas pada pengamanan wilayah, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kehadiran personel di lapangan berfungsi untuk menjembatani komunikasi antara petani dengan pihak Bulog agar proses transaksi berjalan tanpa kendala.

“Kami terus mendorong personel di tingkat polsek, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk aktif mendampingi petani. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa hasil panen masyarakat, dalam hal ini jagung pipilan, memiliki saluran distribusi yang jelas dan aman. Polri berkomitmen penuh mendukung program ketahanan pangan ini agar pasokan nasional tetap terjaga,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran dalam pernyataan resminya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula pemilik gudang, Saudara Sahril, serta Ahmad Pahrurozi selaku petani pemilik jagung. Kolaborasi ini menunjukkan adanya kepercayaan yang tinggi dari masyarakat terhadap peran Polri sebagai pelindung dan pelayan masyarakat di sektor ekonomi kerakyatan.

Pemenuhan Standar Kualitas dan Harga Pemerintah

Proses distribusi ini tidak dilakukan secara sembarangan. Sebelum dikirim ke gudang Bulog, komoditas jagung tersebut harus melalui serangkaian uji kualitas yang ketat, terutama menyangkut kadar air. Berdasarkan hasil pengecekan di gudang milik Haji Burhanuddin, ditemukan bahwa jagung pipilan milik petani telah mencapai kadar air sekitar 12,0% hingga 12,7%. Angka ini telah memenuhi, bahkan melampaui standar kualitas minimal yang ditetapkan oleh pemerintah untuk penyerapan jagung nasional.

Pihak kepolisian melaporkan bahwa Ahmad Pahrurozi, salah satu petani setempat, telah bersedia mendistribusikan jagung pipilan keringnya sebanyak 1 ton (1.000 kg) melalui koordinasi Polsek Gerung. Selain itu, terdapat tambahan kuota sebesar 2 ton (2.000 kg) untuk dukungan Sat Reskrim Polres Lombok Barat yang juga diarahkan ke pihak Bulog. Harga yang disepakati mengikuti ketetapan pemerintah pusat, yakni sebesar Rp6.400 per kilogram.

Dengan berat isi per karung mencapai 70,8 kg, komoditas ini dinyatakan sangat layak untuk disimpan di Gudang Bulog Dasan Cermen dan Gelogor. Penetapan harga sesuai standar pemerintah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi di tingkat petani, sekaligus mencegah adanya permainan harga oleh tengkulak yang kerap merugikan produsen lokal.

Pengawalan Ketat Hingga Gudang Bulog

Aspek keamanan selama perjalanan distribusi menjadi perhatian utama Polsek Gerung. Pengawalan dilakukan mulai dari titik muat di gudang petani hingga titik bongkar di Gudang Bulog Gelogor, Kecamatan Kediri. Sebelum komoditas diturunkan, pihak gudang kembali melakukan verifikasi kadar air untuk memastikan konsistensi kualitas jagung yang akan disimpan sebagai cadangan pangan pemerintah.

Kegiatan pendistribusian yang dimulai sejak pukul 11.00 WITA tersebut berakhir pada pukul 17.20 WITA dengan kondisi aman dan terkendali. Kelancaran proses ini menjadi bukti nyata bahwa koordinasi antara Polri, Perum Bulog, dan para pelaku usaha tani di Lombok Barat berjalan sangat harmonis.

Program kerja sama dengan Perum Bulog Mataram ini diharapkan tidak berhenti pada komoditas jagung saja, melainkan dapat meluas ke komoditas strategis lainnya. Dengan pengawalan yang konsisten dari kepolisian, diharapkan ketahanan pangan di wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya Kabupaten Lombok Barat, tetap kokoh menghadapi tantangan ekonomi global di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *