Berita

Sinergi Nyata di Gerung: Kawalan Polisi Pastikan Hasil Keringat Petani Terserap Negara

×

Sinergi Nyata di Gerung: Kawalan Polisi Pastikan Hasil Keringat Petani Terserap Negara

Sebarkan artikel ini
Polsek Gerung Kawal Distribusi Jagung Petani ke BULOG

GERUNG – Upaya penguatan cadangan pangan nasional terus diperkuat di tingkat daerah. Menanggapi urgensi stabilitas pangan, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Gerung melakukan pengawalan ketat terhadap proses pendistribusian hasil panen jagung milik kelompok tani lokal menuju gudang Badan Urusan Logistik (BULOG) Nusa Tenggara Barat. Langkah ini menjadi bagian dari sinergi antara aparat penegak hukum dan sektor pertanian untuk memastikan rantai pasok pangan berjalan tanpa hambatan.

Pada Selasa sore, 21 April 2026, suasana di Dusun Beleke, Desa Beleka, Kecamatan Gerung, tampak sibuk. Sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Bheneka Tani mulai memuat hasil bumi mereka. Monitoring dan pendampingan ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari pengangkutan hingga penyerahan ke pihak BULOG, memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Komitmen Polri dalam Stabilitas Pangan Daerah

Kegiatan pengawasan ini merupakan representasi kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mengawal kebijakan strategis nasional terkait pangan. Pengawasan tidak hanya bertujuan untuk pengamanan fisik, tetapi juga untuk memberikan rasa aman bagi para petani dalam bertransaksi dengan lembaga resmi pemerintah.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa pendampingan ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap kesejahteraan petani. Menurutnya, distribusi hasil panen ke BULOG adalah langkah krusial untuk menjaga harga di tingkat produsen agar tetap stabil dan kompetitif.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa hasil keringat para petani di wilayah Gerung dapat terserap dengan baik oleh negara. Pendampingan ini memastikan distribusi berjalan lancar, tepat jumlah, dan tepat sasaran menuju gudang BULOG di Bengkel, Kota Mataram,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran dalam keterangannya saat memantau proses distribusi.

Detail Distribusi dan Standar Mutu Jagung

Proses pendistribusian dimulai sekitar pukul 17.00 WITA di Gudang UD. Bheneka Tani milik Baehaki, yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani setempat. Dalam pengiriman kali ini, sebanyak 5.000 kilogram atau setara dengan 5 ton jagung dikirimkan menggunakan armada angkutan menuju Gudang BULOG NTB.

Salah satu aspek krusial dalam penjualan komoditas ke BULOG adalah pemenuhan kriteria mutu. Sebelum dilakukan pengangkutan, pihak terkait telah melakukan pengecekan mendalam terhadap kualitas jagung. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa jagung dari Desa Beleka ini memiliki kualitas yang sangat baik.

Berdasarkan data teknis di lapangan, kadar air pada stok jagung tersebut tercatat sebesar 11,12%. Angka ini jauh di bawah batas maksimal kadar air yang disyaratkan oleh BULOG, yakni sebesar 14%. Rendahnya kadar air ini menandakan bahwa proses pasca-panen yang dilakukan petani di Dusun Beleke telah memenuhi standar industri, sehingga daya simpan jagung di gudang cadangan pangan nantinya akan lebih lama dan terjaga kualitasnya.

Sinergi Bhabinkamtibmas dan Kelompok Tani

Keberhasilan penyaluran ini tidak lepas dari koordinasi intensif antara Bhabinkamtibmas Desa Beleke, AIPDA Mahsun, dengan pengurus Kelompok Tani Bheneka Tani. AIPDA Mahsun terlihat memantau langsung proses pemuatan barang untuk memastikan tidak ada kendala teknis maupun gangguan keamanan selama perjalanan menuju lokasi tujuan di Mataram.

Baehaki, selaku pemilik gudang sekaligus Ketua Kelompok Tani, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran kepolisian. Menurutnya, pendampingan ini memberikan keyakinan bagi petani bahwa hasil panen mereka benar-benar dihargai dan mendapatkan jalur distribusi yang legal serta transparan. Kehadiran petugas di lapangan juga meminimalisir potensi praktik spekulan yang seringkali merugikan petani kecil di saat musim panen raya.

Implikasi Terhadap Ekonomi dan Cadangan Pangan

Secara makro, penyaluran 5 ton jagung ini merupakan kontribusi nyata dari Kecamatan Gerung terhadap stok cadangan pangan pemerintah. Dengan terserapnya hasil panen ini, BULOG memiliki instrumen yang cukup untuk melakukan intervensi pasar apabila terjadi fluktuasi harga jagung di masa mendatang. Selain itu, hal ini memberikan kepastian ekonomi bagi para petani karena mendapatkan harga yang sesuai dengan regulasi pemerintah.

Seluruh rangkaian kegiatan distribusi berakhir pada pukul 18.20 WITA. Armada pengangkut tiba di Gudang BULOG Bengkel dengan aman dan seluruh proses administrasi serah terima diselesaikan tanpa kendala.

AKP Lale Dewi Lungit Tanauran menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen melakukan pemantauan serupa di wilayah hukum Polsek Gerung. Pengawasan dan pengendalian (Wasdal) akan terus ditingkatkan seiring dengan berlanjutnya masa panen di beberapa titik wilayah Lombok Barat, demi terwujudnya kedaulatan pangan yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *