Berita

Stok Gas LPG di Sekotong Mencapai 1.200 Ton, Polisi Pastikan Pasokan Energi Masyarakat Aman Terkendali

×

Stok Gas LPG di Sekotong Mencapai 1.200 Ton, Polisi Pastikan Pasokan Energi Masyarakat Aman Terkendali

Sebarkan artikel ini
Cegah Kelangkaan Energi, Polsek Sekotong Pantau Ketat Distribusi di Depot LPG Guna Jamin Ketersediaan

Lombok Barat, NTB – Sektor energi, khususnya ketersediaan gas elpiji (LPG), merupakan komponen vital bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat dan aktivitas rumah tangga. Menyadari pentingnya menjaga stabilitas pasokan tersebut, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong melakukan langkah proaktif dengan melakukan pemantauan langsung terhadap distribusi bahan bakar gas di wilayah hukum mereka demi mencegah terjadinya kelangkaan atau gangguan distribusi.

Pada Rabu siang, 22 April 2026, personel Polsek Sekotong melaksanakan kegiatan patroli dialogis dan monitoring intensif di Depot LPG Sekotong, Lombok Barat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya preventif kepolisian dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di sekitar area obyek vital nasional tersebut.

Monitoring Ketersediaan Stok dan Distribusi Gas

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 11.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kanit SPKT I Polsek Sekotong beserta personel piket fungsi lainnya. Petugas menyisir area Depot LPG untuk memantau aktivitas pengisian serta berkoordinasi dengan pihak pengelola mengenai data riil ketersediaan stok yang tersimpan di tangki penampungan.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa pengawasan secara berkala terhadap stok bahan bakar gas adalah prioritas untuk menjamin ketenangan masyarakat. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kondisi stok gas saat ini berada pada angka yang sangat mencukupi untuk memenuhi permintaan pasar di wilayah Sekotong dan sekitarnya.

“Berdasarkan koordinasi langsung kami dengan pihak pengelola Depot LPG Sekotong, saat ini ketersediaan stok gas tercatat sebanyak 1.200 ton. Dengan angka tersebut, ketahanan pasokan gas untuk wilayah kami dinyatakan masuk dalam kategori level aman,” ujar Iptu I Ketut Suriarta dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kelancaran distribusi dari tingkat depot menuju agen-agen hingga ke pangkalan menjadi fokus utama dalam monitoring ini. Hasil pantauan menunjukkan bahwa tidak ada kendala teknis maupun operasional yang berarti dalam proses penyaluran energi tersebut kepada masyarakat luas.

Kondisi Lalu Lintas dan Keamanan di Area Vital

Selain fokus pada angka ketersediaan stok, personel kepolisian juga memantau alur keluar-masuk kendaraan pengangkut LPG. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada penumpukan armada yang dapat mengganggu arus lalu lintas di jalur utama sekitar Depot. Berdasarkan pengamatan petugas, tidak ditemukan adanya antrean panjang truk agen yang melebihi kapasitas parkir lahan depot, sehingga situasi jalan raya tetap lancar dan terkendali.

Langkah patroli dialogis ini juga dimanfaatkan petugas untuk menjalin komunikasi dua arah dengan para operator dan petugas keamanan di Depot LPG. Pihak kepolisian memberikan imbauan tegas kepada manajemen depot agar tetap menjaga integritas dalam distribusi dan menghindari segala bentuk praktik yang dapat merugikan konsumen atau memicu ketidakstabilan harga di pasar.

“Kami telah menghimbau pengelola agar senantiasa menjaga stabilitas distribusi ke masyarakat. Kami juga meminta pihak depot untuk segera memberikan laporan atau koordinasi cepat kepada Polsek Sekotong apabila di kemudian hari ditemukan indikasi kendala pasokan atau potensi gangguan keamanan di area vital ini,” tambah Iptu I Ketut Suriarta.

Komitmen Polri dalam Menjaga Ketahanan Energi

Kegiatan monitoring yang berakhir pada pukul 11.30 WITA ini berlangsung dengan situasi yang aman dan kondusif. Kehadiran Polri di tengah-tengah obyek vital diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para pekerja dan memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat akan gas LPG tidak terganggu oleh faktor-faktor non-teknis.

Ke depannya, Polsek Sekotong berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara rutin dan acak guna mengantisipasi adanya permainan spekulan atau kendala distribusi yang tidak terdeteksi. Dengan sinergi antara kepolisian, pengelola energi, dan masyarakat, diharapkan ketahanan energi di wilayah Lombok Barat dapat terus terjaga, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memastikan roda kehidupan masyarakat tetap berjalan normal tanpa kekhawatiran akan kelangkaan gas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *