Berita

Stok Pangan Aman! Puluhan Ton Jagung Hasil Panen Petani Mareje Resmi Membanjiri Gudang Bulog

×

Stok Pangan Aman! Puluhan Ton Jagung Hasil Panen Petani Mareje Resmi Membanjiri Gudang Bulog

Sebarkan artikel ini
Petani Mareje Kirim Hasil Panen Jagung ke Gudang Bulog

Lombok Barat, NTB – Pemerintah terus memperkuat pilar ketahanan pangan nasional melalui penyerapan hasil pertanian lokal secara maksimal. Di Kabupaten Lombok Barat, langkah nyata ini terlihat dari aktivitas pendistribusian hasil panen jagung milik kelompok tani di Desa Mareje, Kecamatan Lembar, yang mulai mengalir masuk ke Gudang Bulog Bengkel, Kecamatan Labuapi. Langkah ini menjadi angin segar bagi stabilitas ekonomi petani di wilayah tersebut.

Kelompok Tani Desa Mareje Mulai Distribusikan Hasil Panen

Aktivitas pendistribusian ini dilakukan secara bertahap oleh dua kelompok tani (Poktan) utama di Desa Mareje. Berdasarkan data lapangan, proses pengiriman hasil bumi ini berlangsung selama dua hari berturut-turut dengan pengawasan yang memastikan kelancaran arus logistik dari lahan pertanian menuju gudang penyimpanan milik negara.

Pada hari pertama, tepatnya Rabu, 29 April 2026, Kelompok Tani “PADE MAIQ” yang berasal dari Dusun Nyompal memulai langkah besar dengan mengirimkan jagung dalam jumlah signifikan. Tercatat sebanyak 26,88 ton jagung diangkut menggunakan dua unit kendaraan besar. Armada pertama dengan nomor polisi DR 8203 SD dikemudikan langsung oleh saudara Marnah, sementara armada kedua dengan nomor polisi DR 8420 DQ dikemudikan oleh saudara Sari.

Kesinambungan distribusi berlanjut pada Kamis, 30 April 2026. Kali ini giliran Kelompok Tani “BINA KARYA” dari Dusun Pelan yang menyalurkan hasil keringat mereka. Di bawah koordinasi saudara Nurman, sebanyak 8,96 ton jagung diberangkatkan menuju destinasi yang sama menggunakan kendaraan bernomor polisi DR 8288 SO dengan pengemudi Suharman. Totalitas para petani ini mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung ketersediaan stok pangan di tingkat daerah.

Komitmen Polri dalam Pengawalan Ketahanan Pangan

Keamanan dan kelancaran distribusi hasil pertanian ini tidak lepas dari perhatian aparat kepolisian setempat. Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Lembar, Ipda Ruslan, S.H., menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk memastikan setiap proses distribusi pangan berjalan tanpa hambatan.

“Distribusi jagung dari Kelompok Tani Bina Karya dan Pade Maiq ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga kestabilan harga di pasaran. Dengan tersalurnya hasil panen ke gudang Bulog, diharapkan dapat memenuhi stok cadangan pangan pemerintah serta memberi manfaat ekonomi yang nyata bagi para petani kita di Desa Mareje,” ujar Ipda Ruslan, S.H. dalam keterangannya.

Beliau juga menambahkan bahwa kehadiran Polri di tengah aktivitas pertanian ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada para petani dan memastikan bahwa rantai pasok dari produsen ke pemerintah tidak mengalami kendala teknis maupun gangguan keamanan di jalan raya.

Standar Ketat Bulog untuk Kualitas Jagung Nasional

Masuknya hasil panen ke Gudang Bulog bukanlah proses yang tanpa syarat. Guna menjaga kualitas stok pangan nasional, Bulog menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat bagi setiap komoditas yang masuk. Hal ini dilakukan agar jagung yang disimpan memiliki daya tahan lama dan layak dikonsumsi atau diolah lebih lanjut.

Beberapa persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh para petani meliputi kondisi fisik jagung yang wajib berbentuk pipilan dan telah dibersihkan dari segala jenis kotoran atau sisa tongkol. Tingkat kadar air menjadi parameter yang paling krusial, di mana Bulog menetapkan angka maksimal 14 persen. Apabila ditemukan jagung dengan kadar air melebihi batas tersebut, pihak gudang secara tegas akan mengembalikan atau menolak kiriman tersebut demi menghindari risiko pembusukan atau penurunan kualitas selama masa penyimpanan.

Selain kualitas fisik, aspek pengemasan juga diperhatikan. Jagung harus sudah dikemas dalam karung dengan berat minimal 70,10 kg per karung. Secara administratif, petani yang menyetorkan hasilnya diwajibkan melakukan pendaftaran resmi di Kantor Bulog dengan melampirkan dokumen pendukung seperti KTP, buku rekening BRI untuk proses pembayaran transparan, serta Kartu RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) sebagai bukti validasi keanggotaan kelompok tani.

Dampak Ekonomi dan Stabilitas Harga

Langkah penyerapan jagung oleh Bulog ini memiliki dampak ganda (multiplier effect) bagi masyarakat. Dari sisi makro, ketersediaan stok di gudang pemerintah menjadi instrumen penting untuk melakukan intervensi pasar jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga. Hal ini melindungi konsumen dari inflasi harga pangan yang tidak terkendali.

Sedangkan dari sisi mikro, para petani di Desa Mareje mendapatkan kepastian pasar dan harga yang kompetitif. Dengan adanya standar harga yang ditetapkan pemerintah melalui Bulog, petani terhindar dari praktik permainan harga oleh tengkulak yang seringkali merugikan pihak produsen. Keberhasilan distribusi total puluhan ton jagung ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi kelompok tani lainnya di Kabupaten Lombok Barat untuk terus meningkatkan produktivitas lahan mereka.

Pemerintah daerah dan kepolisian berharap sinergi antara petani, aparat, dan lembaga pangan seperti Bulog dapat terus terjaga. Dengan koordinasi yang solid, target swasembada pangan dan kesejahteraan petani di Nusa Tenggara Barat, khususnya di wilayah Lembar, optimis dapat tercapai secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *