LOMBOK BARAT – Satuan Samapta Polres Lombok Barat terus mengintensifkan langkah-langkah preventif guna memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya tetap terjaga. Pada Sabtu, 2 Mei 2026, personel kepolisian menyasar sejumlah objek vital, salah satunya adalah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Labuan Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.
Langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini sekaligus upaya meminimalisir potensi gangguan keamanan di area strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman, baik bagi para pekerja di lingkungan industri tersebut maupun bagi masyarakat luas yang bergantung pada ketersediaan gas elpiji.
Penguatan Keamanan di Objek Vital Nasional
Kegiatan patroli yang berlangsung sekitar pukul 12.00 WITA tersebut difokuskan pada pengawasan area operasional dan koordinasi dengan pihak pengelola SPBE. Mengingat peran vital SPBE dalam mendistribusikan energi, Polres Lombok Barat memandang perlu adanya pengawasan rutin untuk mencegah tindakan sabotase, pencurian, maupun gangguan teknis yang dipicu oleh faktor manusia.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa patroli preventif ini adalah mandat langsung untuk menjaga kondusivitas wilayah. Menurutnya, objek vital seperti SPBE memiliki risiko kerawanan yang cukup tinggi sehingga memerlukan perhatian ekstra dari aparat keamanan.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas di objek vital, khususnya di SPBE Labuan Lembar ini, berjalan tanpa hambatan. Kehadiran Polri di lapangan adalah manifestasi dari fungsi kami sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat guna menciptakan harkamtibmas yang benar-benar kondusif,” ujar Iptu Eko Nugroho dalam keterangannya.
Koordinasi Intensif dengan Petugas dan Sopir Logistik
Dalam pelaksanaan patroli tersebut, personel Unit Patroli Samapta tidak hanya sekadar melakukan pemantauan fisik, tetapi juga membangun komunikasi dua arah dengan para pekerja. Petugas kepolisian tampak berdialog langsung dengan para petugas pengisian gas dan sopir truk pengangkut tabung elpiji yang sedang mengantre untuk proses distribusi.
Interaksi ini bertujuan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar seluruh elemen yang bekerja di SPBE tetap waspada terhadap lingkungan sekitar. Sopir truk diimbau untuk selalu mematuhi standar keselamatan transportasi, mengingat muatan yang mereka bawa memiliki risiko tinggi. Selain itu, petugas keamanan internal (Satpam) juga diingatkan untuk memperketat akses keluar masuk kendaraan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Iptu Eko Nugroho menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian dan pelaku industri sangat krusial. Tanpa adanya komunikasi yang baik, potensi kerawanan bisa luput dari pengawasan. Oleh karena itu, personel di lapangan diinstruksikan untuk selalu menyerap aspirasi dan keluhan dari para pekerja di sektor logistik tersebut.
Memastikan Stabilitas Stok dan Distribusi LPG 3 Kg
Salah satu poin penting dalam kegiatan patroli kali ini adalah upaya memantau ketersediaan stok Liquefied Petroleum Gas (LPG), terutama varian 3 kilogram yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat kecil. Berdasarkan koordinasi dengan staf administrasi di SPBE Labuan Lembar, pihak kepolisian mendapatkan kepastian bahwa pasokan gas sejauh ini masih dalam kategori aman dan mencukupi.
Data yang dihimpun dari pihak admin menunjukkan bahwa tidak ada indikasi kelangkaan gas di wilayah Lombok Barat. Proses pendistribusian dari SPBE menuju agen-agen resmi terpantau berjalan normal sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hal ini sekaligus menepis isu-isu miring mengenai tersendatnya pasokan energi yang sering kali memicu kepanikan di tingkat konsumen.
“Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan pegawai administrasi di lokasi, informasi yang kami terima menunjukkan bahwa pendistribusian LPG ke agen-agen masih dalam keadaan normal. Tidak ada kelangkaan LPG 3 kg, sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir secara berlebihan,” jelas Iptu Eko Nugroho mempertegas situasi di lapangan.
Komitmen Polri dalam Pelayanan Masyarakat
Patroli preventif ini merupakan bagian dari kalender kamtibmas rutin yang dilaksanakan oleh Polres Lombok Barat. Melalui pendekatan yang humanis namun tetap tegas, Polri berupaya menghilangkan celah bagi para pelaku tindak kriminal yang ingin memanfaatkan kelengahan di area objek vital.
Dengan terciptanya situasi yang aman di area SPBE, diharapkan roda ekonomi masyarakat di Kabupaten Lombok Barat dapat terus berputar tanpa gangguan distribusi energi. Sat Samapta Polres Lombok Barat berkomitmen untuk terus menyisir titik-titik rawan lainnya di wilayah Lembar dan sekitarnya guna memastikan bahwa kehadiran negara melalui institusi Polri dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh setiap lapisan masyarakat.
Kegiatan yang berakhir dengan situasi aman dan terkendali ini menjadi bukti nyata bahwa langkah preventif jauh lebih efektif dalam menjaga stabilitas daerah dibandingkan langkah represif setelah gangguan terjadi. Polres Lombok Barat pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar objek vital maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing.











