Berita

Mental Health Check: Langkah Humanis Polda NTB Rangkul Siswa SMAN 1 Sekotong Agar Tak Merasa Sendiri

×

Mental Health Check: Langkah Humanis Polda NTB Rangkul Siswa SMAN 1 Sekotong Agar Tak Merasa Sendiri

Sebarkan artikel ini
Polda NTB Gelar Mental Health Check untuk Siswa di Sekotong
Polda NTB Gelar Mental Health Check untuk Siswa di Sekotong

Lombok Barat, NTB – Kesehatan mental kini menjadi perhatian serius di kalangan pendidik dan aparat penegak hukum, terutama dalam menghadapi dinamika psikologis remaja yang rentan terhadap tekanan sosial maupun akademik. Menanggapi fenomena tersebut, Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan kegiatan Psikoedukasi bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Sekotong pada Selasa, 12 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 1 Sekotong, Desa Cendimanik ini mengangkat tema yang menyentuh sisi humanis, yakni “Mental Health Check: Kamu Nggak Harus Kuat Sendirian”. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap perkembangan karakter dan kesehatan mental generasi muda di wilayah Lombok Barat.

Pendampingan dan Pengamanan Ketat dari Polsek Sekotong

Guna memastikan kegiatan berjalan lancar dan tepat sasaran, jajaran Polsek Sekotong melakukan monitoring sekaligus pendampingan penuh. Hadir dalam acara tersebut Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, S.H., M.I.Kom., yang mewakili Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si.

Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, menyatakan bahwa kehadiran Polri di tengah siswa bukan hanya sebagai penegak hukum, melainkan juga sebagai mitra dalam membimbing mentalitas pelajar.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa anak-anak didik kita merasa aman dan terayomi. Psikoedukasi ini sangat krusial sebagai fondasi awal agar mereka memiliki ketahanan mental yang kuat menghadapi tantangan masa depan,” ujar Iptu I Ketut Suriarta di sela-sela kegiatan.

Pentingnya Kecerdasan Emosional untuk Masa Depan Siswa

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Sekotong, H. Sodikin, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Polda NTB yang memilih sekolah mereka sebagai lokasi edukasi. Hal senada juga ditekankan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Sekotong, Halimah, S.Pd.

Dalam sambutannya, Halimah menekankan bahwa pemahaman psikologi bukan sekadar teori, melainkan instrumen penting dalam manajemen emosi dan persiapan karier. Ia mengingatkan para siswa bahwa tes psikologi merupakan salah satu tahapan seleksi utama dalam berbagai profesi, termasuk saat ingin menjadi anggota Polri maupun TNI.

“Psikologi sangat penting bagi kecerdasan emosional siswa. Kami berharap edukasi ini menjadi bekal berharga, agar anak-anak sekalian tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga sehat secara mental,” tutur Halimah di hadapan ratusan siswa yang antusias.

Memahami Bahaya Perundungan, Kecemasan, dan Depresi

Memasuki sesi inti, materi disampaikan oleh Iptu Rahmat dari Bagian Psikologi Ro SDM Polda NTB. Dalam paparannya, ia menyoroti dua masalah utama yang kerap menghantui remaja masa kini, yakni gangguan kecemasan (anxiety) dan depresi, serta kaitannya dengan perilaku perundungan atau bullying.

Iptu Rahmat menjelaskan bahwa kecemasan seringkali bermanifestasi dalam bentuk kekhawatiran berlebihan terhadap hal-hal yang belum terjadi, yang jika dibiarkan akan mengganggu fokus belajar. Sementara itu, depresi adalah kondisi yang jauh lebih berat dari sekadar kesedihan biasa.

“Kecemasan itu seperti perasaan gelisah yang terus-menerus, sedangkan depresi bisa membuat seseorang kehilangan semangat hidup dan minat pada hal yang disukai. Ini bukan masalah sepele dan tidak boleh dipendam sendiri,” jelas Iptu Rahmat.

Ia juga menambahkan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dari praktik perundungan. Menurutnya, bullying sering kali menjadi pemicu utama rusaknya mental seorang siswa, yang berdampak jangka panjang hingga masa dewasa.

Kolaborasi Mahasiswa KKN dan Sesi Interaktif

Kegiatan ini tidak hanya berisi pemaparan materi yang serius, tetapi juga diselingi dengan metode pembelajaran yang menyenangkan. Mahasiswa KKN dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta turut berpartisipasi dengan memandu permainan logika dan fokus untuk mencairkan suasana.

Interaksi antara polisi, mahasiswa, dan siswa menciptakan atmosfer yang inklusif. Acara kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan testimoni dari perwakilan siswa. Para pelajar mengaku merasa lebih terbantu untuk mengenali kondisi emosional mereka sendiri melalui pesan utama bahwa mereka “tidak harus selalu terlihat kuat sendirian” dan boleh mencari bantuan saat merasa tertekan.

Dengan adanya kegiatan Mental Health Check ini, diharapkan siswa-siswi SMAN 1 Sekotong memiliki kesadaran lebih tinggi untuk saling mendukung sesama rekan dan berani terbuka mengenai masalah kesehatan mental demi masa depan yang lebih cerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *