Berita

Tradisi Nyongkolan di Desa Buwun Mas Berlangsung Meriah, Polsek Sekotong Pastikan Jalur Utama Tetap Kondusif

×

Tradisi Nyongkolan di Desa Buwun Mas Berlangsung Meriah, Polsek Sekotong Pastikan Jalur Utama Tetap Kondusif

Sebarkan artikel ini
Polsek Sekotong Amankan Tradisi Nyongkolan di Buwun Mas

SEKOTONG – Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong, Polres Lombok Barat, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian adat istiadat sekaligus memastikan ketertiban umum di wilayah hukumnya. Pada Selasa, 12 Mei 2026, jajaran personel Polsek Sekotong melaksanakan pengamanan ketat terhadap kegiatan masyarakat yang tengah melangsungkan tradisi adat Nyongkolan di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Tradisi Nyongkolan, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari prosesi pernikahan adat suku Sasak, kali ini melibatkan rombongan iring-iringan dari Dusun Bunut Kantor menuju Dusun Ombol. Mengingat kegiatan ini menggunakan akses jalan raya utama, kehadiran pihak kepolisian menjadi krusial untuk mencegah terjadinya kemacetan panjang serta potensi gesekan antar warga.

Pengamanan Humanis di Jalur Utama Buwun Mas

Kegiatan pengamanan dimulai tepat pada pukul 16.30 WITA, sesaat sebelum rombongan Nyongkolan mulai bergerak. Iring-iringan yang disertai dengan alunan musik tradisional Kecimol tersebut melintasi Jalan Raya Buwun Mas, yang merupakan urat nadi transportasi bagi masyarakat setempat. Volume massa yang cukup besar serta antusiasme warga yang menyaksikan di pinggir jalan menuntut kesigapan personel di lapangan.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat adalah untuk memberikan rasa aman tanpa menghalangi jalannya tradisi yang sudah turun-temurun dilakukan.

“Kami menerjunkan personel untuk memastikan bahwa hak masyarakat dalam menjalankan tradisi adat tetap terpenuhi, namun di sisi lain, kenyamanan pengguna jalan umum lainnya juga harus kita jaga bersama. Kehadiran anggota di lapangan bersifat preventif dan humanis,” ujar Iptu I Ketut Suriarta dalam keterangannya.

Sinergi Personel dalam Menjaga Ketertiban

Dalam pelaksanaan di lapangan, Polsek Sekotong menugaskan tiga personel inti, yakni Aipda Teguh Martanto, Bripda Zainul Hadi, dan Bripda Hasanul Bukiyah. Para petugas ini tampak sibuk mengatur arus lalu lintas dengan sistem buka-tutup guna mengurai penumpukan kendaraan di sekitar iringan alat musik Kecimol yang menjadi pusat perhatian massa.

Iptu I Ketut Suriarta menambahkan bahwa pengawalan ini juga bertujuan untuk memantau situasi secara langsung agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti keributan antar penonton atau gangguan kamtibmas lainnya.

“Melalui pengamanan yang terukur, kami ingin menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kecamatan Sekotong. Syukurlah, masyarakat sangat kooperatif mengikuti arahan petugas di lapangan sehingga arus lalu lintas tetap mengalir meski terdapat iring-iringan besar,” tambah Kapolsek.

Apresiasi Masyarakat dan Situasi Kondusif

Kegiatan Nyongkolan ini berakhir pada pukul 18.00 WITA saat rombongan tiba di lokasi tujuan dengan selamat. Setelah seluruh rangkaian prosesi adat selesai dan massa membubarkan diri secara teratur, personel Polsek Sekotong melakukan penyisiran terakhir sebelum kembali ke Markas Komando (Mako) Polsek Sekotong.

Berdasarkan laporan hasil kegiatan, tidak ditemukan adanya kejadian menonjol maupun gangguan keamanan selama prosesi berlangsung. Masyarakat Desa Buwun Mas pun menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi kepolisian yang tetap berjaga di bawah terik matahari demi kelancaran acara mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak-bapak dari Polsek Sekotong. Dengan adanya pengawalan ini, rombongan kami merasa lebih tenang dan tidak khawatir mengganggu pengguna jalan lain. Kehadiran polisi membuat acara adat kami jadi lebih tertib,” ungkap salah seorang warga yang ikut dalam rombongan tersebut.

Kegiatan pengamanan ini ditutup dengan situasi yang terpantau aman, lancar, dan terkendali. Hal ini menunjukkan bahwa koordinasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat desa menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Lombok Barat, khususnya dalam setiap kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *