Lombok Barat, Senin (10/08/2026) — Guna memelihara Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) serta menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Kabupaten Lombok Barat, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Barat memperketat pengawasan lalu lintas pada jam-jam rawan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pelaksanaan patroli terjadwal yang menyasar area vital jalur arteri.
Pelaksanaan kegiatan patroli intensif tersebut berlangsung pada dini hari, mulai pukul 02.00 WITA hingga 05.00 WITA. Fokus pengamanan dipusatkan di sepanjang Jalur Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) 1 dan Bypass BIL 2, yang dikenal sebagai salah satu titik rawan kegiatan balap liar dan potensi gangguan kamtibmas di malam hari.
Menjaga Kondusivitas Jalur Utama Dini Hari
Patroli Dini Hari ini diterjunkan langsung oleh personel Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Lombok Barat. Personel yang bertugas merupakan gabungan dari anggota piket Pos GMS dan Pos Rumak. Kehadiran petugas di lapangan bertujuan untuk memastikan situasi keamanan masyarakat tetap terjaga saat mobilitas publik relatif menurun namun rawan tindak kejahatan.
Petugas tidak hanya melakukan pemantauan secara visual terhadap arus kendaraan yang melintas, tetapi juga memberikan imbauan secara humanis kepada para pengguna jalan agar senantiasa mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara.
Kasat Lantas Polres Lombok Barat, Polda NTB, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah antisipatif ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman secara konsisten kepada masyarakat Lombok Barat.
“Kami dari Satlantas Polres Lombok Barat terus berkomitmen menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di sepanjang ruas jalan utama seperti Bypass BIL 1 dan BIL 2. Patroli pada jam-jam rawan dini hari ini kami fokuskan untuk mengantisipasi potensi aksi balap liar yang kerap meresahkan warga, serta mencegah terjadinya tindak pidana 3C—yakni pencurian dengan berat, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor—maupun bentuk kriminalitas jalanan lainnya,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya.
Pencegahan Balap Liar dan Kejahatan Jalanan (3C)
Jalur Bypass BIL merupakan akses transportasi krusial yang menghubungkan berbagai kawasan strategis di Nusa Tenggara Barat. Karena memiliki karakteristik jalan yang lurus dan relatif lengang pada dini hari, lokasi tersebut berpotensi disalahgunakan oleh oknum pemuda untuk menggelar aksi balap liar yang membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Oleh sebab itu, kebiasaan preventif melalui Patroli Terjadwal dijalankan guna mempersempit ruang gerak para pelaku balap liar serta mengurungkan niat para pelaku kejahatan jalanan. Kehadiran lampu rotator kebiruan dari armada patroli di sepanjang jalan diharapkan mampu memberikan dampak psikologis deterrent effect terhadap potensi pelanggaran hukum.
Iptu Anton Prasetya Wijaya juga menambahkan bahwa ketertiban berkendara tidak boleh diabaikan meskipun kondisi jalanan sepi di malam hari.
“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama para pemuda, untuk tidak menjadikan jalan umum sebagai ajang balapan liar. Keselamatan berlalu lintas adalah prioritas utama. Kami juga mengajak para orang tua untuk turut mengawasi anak-anak mereka agar tidak keluar rumah hingga larut malam tanpa urusan yang mendesak,” tegas Kasat Lantas.
Arus Lalu Lintas Terpantau Ramai Lancar dan Kondusif
Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan hingga berakhirnya masa tugas patroli pada pukul 05.00 WITA, situasi arus lalu lintas di kawasan Bypass BIL 1 dan Bypass BIL 2 tercatat dalam keadaan ramai lancar dan aman terkendali. Tidak ditemukan adanya potensi gangguan menonjol maupun aksi balap liar selama kegiatan berlangsung.
Satlantas Polres Lombok Barat memastikan bahwa pola pengamanan dan patroli serupa akan terus ditingkatkan secara berkala. Sinergi antara kehadiran petugas di lapangan dan kesadaran masyarakat dalam mematuhi norma berlalu lintas diharapkan mampu mewujudkan iklim lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman di seluruh wilayah Lombok Barat.









