Lombok Utara — Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Lombok Utara melakukan pemantauan dan pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Telaga Wareng 54.833.14, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (22/8/2026).
Pengawasan tersebut dilakukan sebagai langkah kepolisian untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai mekanisme dan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat pesisir dan kapal publik boat yang membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas melaut.
Kasat Polair Polres Lombok Utara AKP I Gusti Made Suarjaya mengatakan, pemantauan dilakukan sejak sekitar pukul 11.30 Wita saat SPBU menerima pasokan Pertalite dari Pertamina sebanyak 8.000 liter atau 8 kiloliter.
“Pengawasan kami lakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan, tertib, serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan kapal publik boat yang memang berhak menerimanya,” kata AKP I Gusti Made Suarjaya.
Dalam pemantauan tersebut, penyaluran kepada kapal publik boat dilakukan berdasarkan kartu atau barcode yang dimiliki. Setiap kapal publik boat mendapatkan BBM sesuai ketentuan, dengan jumlah yang diterima mencapai 100 liter.
Proses pengisian BBM berlangsung dengan sistem antrean. Hingga kegiatan selesai, ketersediaan BBM masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan kapal publik boat. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama proses penyaluran juga terpantau aman, lancar, dan kondusif.
Selain Pertalite bersubsidi, SPBU Telaga Wareng juga menyediakan BBM nonsubsidi bagi kapal yang tidak memenuhi persyaratan penerima BBM subsidi, di antaranya Pertamax dan Pertamina Dex.
AKP I Gusti Made Suarjaya menegaskan, pengawasan distribusi BBM subsidi akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan koordinasi bersama instansi terkait.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk menggunakan BBM bersubsidi sesuai peruntukannya. Jika ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan atau distribusi yang tidak sesuai ketentuan, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.











