Berita

Semarak HUT KLU ke-18 dan HUT RI ke-81, Polres Lombok Utara Gelar Pagelaran Seni Budaya Peresean Selama 2 Hari

×

Semarak HUT KLU ke-18 dan HUT RI ke-81, Polres Lombok Utara Gelar Pagelaran Seni Budaya Peresean Selama 2 Hari

Sebarkan artikel ini

 

LOMBOK UTARA — Suasana Lapangan Tantya Sudhirajati Polres Lombok Utara tampak riuh dan penuh semangat kebersamaan pada Sabtu sore (8/8/2026). Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lombok Utara (KLU) ke-18 serta menyongsong HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Polres Lombok Utara bekerja sama dengan pemerintah daerah menggelar aksi budaya tarung ketangkasan tradisional Peresean.Tak hanya berlangsung singkat, pesta budaya yang menyedot perhatian masyarakat ini digelar selama dua hari berturut-turut, yakni pada hari Sabtu dan Minggu (8–9 Agustus 2026).

hadir diacara langsung oleh jajaran Forkopimda dan tokoh adat diantaranya
* Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H.
* Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T.
* Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., beserta Ketua Bhayangkari Lotara, Ny. Heny Agus Purwanta.
* Sekda KLU, Sahabudin.
* Danramil Gangga & Kasat Intel AKP Mutawalli, S.T., M.M.
* Jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres KLU, Kabid Kebudayaan Dikbudpora KLU Raden Sawinggih, Kepala Desa se-KLU, serta Ketua Lang-Lang Adat Bayan.

Dalam sambutannya, Bupati KLU Dr. H. Najmul Akhyar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini. Beliau menekankan bahwa Peresean merupakan tradisi leluhur yang harus terus dijaga nilai-nilai positifnya.

“Kegiatan Peresean ini merupakan tradisi turun-temurun di Kabupaten Lombok Utara. Semoga kita bisa bersama-sama mengambil hikmah positifnya, baik dari segi ketangkasan maupun nilai silaturahminya,” ujar Bupati.

Sementara itu, Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., menegaskan bahwa Peresean bukan sekadar ajang adu fisik, melainkan simbol identitas masyarakat Sasak Dayan Gunung yang menjunjung tinggi sportivitas dan pengendalian diri.

“Peresean adalah warisan budaya yang sarat nilai keberanian, persaudaraan, dan penghormatan. Kami dari Polres Lombok Utara merasa bangga dapat membuka Lapangan Tantya Sudhirajati sebagai ruang kebersamaan. Ini bukti bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga mendukung kemajuan seni dan budaya,” tegas Kapolres.

Rangkaian acara pembukaan diwarnai dengan penyerahan penghargaan, penampilan Tari Gandrung yang memukau, serta laga pembuka secara simbolis oleh Kapolres Lotara dan Wakil Bupati KLU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *